Di Indonesia muncul stereotip bahwa bahasa arab adalah bahasa yang
sulit, hanya orang “pondokan” yang dianggap bisa menguasainya. Orang awam
menganggap bahwa mempelajari bahasa arab tidak lebih penting dari mempelajari
bahasa inggris. Apa untungnya bisa berbahasa arab?.
Anggapan bahwa bahasa arab itu sulit tidak hanya di kalangan
masyarakat awam. Bahkan, dalam lingkungan pesantren pun tidak banyak santri
yang pandai berbahasa arab. Salah satu pesantren yang berbasis bilingual yaitu
Pesantren Fadhlul Fadhlan yang bertempat di Mijen Semarang atau PPFF. Meskipun di
PPFF telah diterapkan program untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, yaitu
melalui minggu arab (dalam satu minggu itu berbicara dalam bahasa arab) dan
minggu inggris (dalam satu minggu itu berbicara dalam bahasa inggris), banyak
santri yang lebih memilih menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi dari
pada berbahasa arab. Mereka para santri menganggap bahwa bahasa arab itu sulit.
Para santri telah mempelajari kaidah kaidah bahasa arab, juga menghafalkan kosa
kata bahasa arab setiap harinya, namun apa yang salah? Mengapa mereka masih
kesulitan berbahas arab dan lebih memilih untuk berbahasa inggris?
Malam Minggu kemarin tepatnya tanggal 16 November 2019, PPFF
kedatangan tamu Syekh Ibrahim dari Mesir. Kedatangan beliau ke PPFF adalah
untuk silaturrahim dan melepas kerinduan dengan kiyai kami Kiyai Fadlolan
Musyafa’ Mufti. Memikirkan santrinya, babah (*sebutan untuk Kiyai Fadlolan dari
santrinya) meminta syekh Ibrahim untuk memberikan Muhadhoroh ‘Ammah yang berisi
motivasi dan pengetahuan kepada para santri akan pentingnya mempelajari bahasa
Arab. Syek Ibrahim memaparkan materi dalam bahasa arab, jujur saja tidak semua
santri mengerti betul apa yang dibicarakan syekh, oleh karena itu babah
membantu untuk menerjemahkannya. Tidak heran, babah kami belasan tahun tinggal
di Mesir jadi kemampuan bahasa arab beliau tidak perlu diragukan lagi.
Penjelasan dari pidato syekh Ibrahim berisi tentang mengap kita
harus mempelajari bahasa arab? Mengapa kita harus bisa berbahasa arab? Apa
pentingnya bahasa arab? Pertama-tama, Syekh Ibrahim menjelaskan bahwa sebagai
seorang muslim, wajib bagi kita untuk mempelajari bahasa arab. Bagaimana tidak?
Ibadah sholat menggunakan lafadz arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, kitab-kitab
kajian ilmu seperti ilmu fiqih, akhlaq, tauhid, hadist semuanya berbahasa Arab.
Bagaimana kita bisa khusyu’ dalam sholat jika bacaan yang kita baca saja tidak
mengerti apa maksudnya. Ibadah sholat seakan hanya menjadi gerakan semacam olah
fisik dalam senam.
Selanjutnya, Syekh Ibrahim memotivasi kita dengan menceritakan
kembali tentang sejarah kejayaan Islam dalam kontribusinya pada Ilmu
Pengetahuan. Sebelum adanya perang salib, pusat riset ilmu pengetahuan ada pada
Islam. Banyak temuan-temuan besar yang masih dipakai sampai sekarang oleh
ilmuan-ilmuan muslim, seperti Ibnu Sina dalam Kedokteran, Al-Jabar dalam bidang
matematika, dan masih banyak lagi. Namun, setelah perang salib hingga peradaban
sekarang, pusat riset dan ilmu pengetahuan berada di Eropa. Alhasil, segala
rujukan ilmu pengetahuan umum, berbahasa inggris. Meskipun begitu, dalam
pidatonya Syekh Ibhim mengatakan bahwa semangat mempelajari bahasa arab dari
orang Eropa yang notabene non-muslim lebih tinggi dari pada semangat
mempelajari bahasa arab dari orang Indonesia yang penduduknya sebagian besar
beragama Islam. Bahkan, beliau menceritakan bahwa bahkan dosen ulumul Quran dan
bahasa Arab di salah satu perguruan tinggi di Indonesia merupakan orang Amerika.
Ironis sekali, jika dilogika yang seharusnya lebih paham dan fasih dalam
berbahasa arab adalah orang muslim itu sendiri karena dalam Islam, hal-hal yang
berkaitan dengan ibadah, ilmu pengetahuan itu berbahasa arab.
Bahasa Arab sangat penting untuk dipelajari khususnya bagi seorang
muslim. Supaya ibadah menjadi khusyu’ muslim harus paham apa yang mereka
ucapkan, dimana kalimat yang diucapkan tersebut adalah berbahasa arab.
Mempelajari ilmu fiqih bagi seorang muslim adalah fardhu ‘ain. Ilmu
fiqih dipelajari dalam kitab turots berbahasa arab yang dikarang oleh
syekh-syekh yang dipercaya kealimnnya. Untuk dapat mendapatkan pengetahuan dari
kitab fiqih tersebut mau tidak mau harus mempelajari bahasa arab terlebih
dahulu.
Berdasarkan pemaparan diatas, dapat diketahui bahwa bahasa Arab
sangat penting untuk dipelajari. Disadari atau tidak, bahasa Arab sangat
dibutuhkan terutama bagi orang Islam. Agama Islam yang lahir dan besar
dikalangan Arab, mau tidak mau bagi semua umat muslim di Dunia harus bisa
berbahasa Arab supaya lebih mudah dalam menimba ilmu-ilmu agama yang berkaitan
dengan ibadah, akidah maupun muamalah. Selain sumber pengetahuan agama Islam
yang berbahasa Arab, banyak juga sumber Pengetahuan sains dan umum yang
berbahasa Arab seperti karya Ibnu Khaldun tentang ilmu kedokteran, dan lain
sebagainya.
No comments:
Post a Comment