Sunday, December 15, 2019

Apakah Bahasa Arab itu Penting?




Di Indonesia muncul stereotip bahwa bahasa arab adalah bahasa yang sulit, hanya orang “pondokan” yang dianggap bisa menguasainya. Orang awam menganggap bahwa mempelajari bahasa arab tidak lebih penting dari mempelajari bahasa inggris. Apa untungnya bisa berbahasa arab?. 
Anggapan bahwa bahasa arab itu sulit tidak hanya di kalangan masyarakat awam. Bahkan, dalam lingkungan pesantren pun tidak banyak santri yang pandai berbahasa arab. Salah satu pesantren yang berbasis bilingual yaitu Pesantren Fadhlul Fadhlan yang bertempat di Mijen Semarang atau PPFF. Meskipun di PPFF telah diterapkan program untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, yaitu melalui minggu arab (dalam satu minggu itu berbicara dalam bahasa arab) dan minggu inggris (dalam satu minggu itu berbicara dalam bahasa inggris), banyak santri yang lebih memilih menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi dari pada berbahasa arab. Mereka para santri menganggap bahwa bahasa arab itu sulit. Para santri telah mempelajari kaidah kaidah bahasa arab, juga menghafalkan kosa kata bahasa arab setiap harinya, namun apa yang salah? Mengapa mereka masih kesulitan berbahas arab dan lebih memilih untuk berbahasa inggris?
Malam Minggu kemarin tepatnya tanggal 16 November 2019, PPFF kedatangan tamu Syekh Ibrahim dari Mesir. Kedatangan beliau ke PPFF adalah untuk silaturrahim dan melepas kerinduan dengan kiyai kami Kiyai Fadlolan Musyafa’ Mufti. Memikirkan santrinya, babah (*sebutan untuk Kiyai Fadlolan dari santrinya) meminta syekh Ibrahim untuk memberikan Muhadhoroh ‘Ammah yang berisi motivasi dan pengetahuan kepada para santri akan pentingnya mempelajari bahasa Arab. Syek Ibrahim memaparkan materi dalam bahasa arab, jujur saja tidak semua santri mengerti betul apa yang dibicarakan syekh, oleh karena itu babah membantu untuk menerjemahkannya. Tidak heran, babah kami belasan tahun tinggal di Mesir jadi kemampuan bahasa arab beliau tidak perlu diragukan lagi.
Penjelasan dari pidato syekh Ibrahim berisi tentang mengap kita harus mempelajari bahasa arab? Mengapa kita harus bisa berbahasa arab? Apa pentingnya bahasa arab? Pertama-tama, Syekh Ibrahim menjelaskan bahwa sebagai seorang muslim, wajib bagi kita untuk mempelajari bahasa arab. Bagaimana tidak? Ibadah sholat menggunakan lafadz arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, kitab-kitab kajian ilmu seperti ilmu fiqih, akhlaq, tauhid, hadist semuanya berbahasa Arab. Bagaimana kita bisa khusyu’ dalam sholat jika bacaan yang kita baca saja tidak mengerti apa maksudnya. Ibadah sholat seakan hanya menjadi gerakan semacam olah fisik dalam senam.
Selanjutnya, Syekh Ibrahim memotivasi kita dengan menceritakan kembali tentang sejarah kejayaan Islam dalam kontribusinya pada Ilmu Pengetahuan. Sebelum adanya perang salib, pusat riset ilmu pengetahuan ada pada Islam. Banyak temuan-temuan besar yang masih dipakai sampai sekarang oleh ilmuan-ilmuan muslim, seperti Ibnu Sina dalam Kedokteran, Al-Jabar dalam bidang matematika, dan masih banyak lagi. Namun, setelah perang salib hingga peradaban sekarang, pusat riset dan ilmu pengetahuan berada di Eropa. Alhasil, segala rujukan ilmu pengetahuan umum, berbahasa inggris. Meskipun begitu, dalam pidatonya Syekh Ibhim mengatakan bahwa semangat mempelajari bahasa arab dari orang Eropa yang notabene non-muslim lebih tinggi dari pada semangat mempelajari bahasa arab dari orang Indonesia yang penduduknya sebagian besar beragama Islam. Bahkan, beliau menceritakan bahwa bahkan dosen ulumul Quran dan bahasa Arab di salah satu perguruan tinggi di Indonesia merupakan orang Amerika. Ironis sekali, jika dilogika yang seharusnya lebih paham dan fasih dalam berbahasa arab adalah orang muslim itu sendiri karena dalam Islam, hal-hal yang berkaitan dengan ibadah, ilmu pengetahuan itu berbahasa arab.
Bahasa Arab sangat penting untuk dipelajari khususnya bagi seorang muslim. Supaya ibadah menjadi khusyu’ muslim harus paham apa yang mereka ucapkan, dimana kalimat yang diucapkan tersebut adalah berbahasa arab.
Mempelajari ilmu fiqih bagi seorang muslim adalah fardhu ‘ain. Ilmu fiqih dipelajari dalam kitab turots berbahasa arab yang dikarang oleh syekh-syekh yang dipercaya kealimnnya. Untuk dapat mendapatkan pengetahuan dari kitab fiqih tersebut mau tidak mau harus mempelajari bahasa arab terlebih dahulu.
Berdasarkan pemaparan diatas, dapat diketahui bahwa bahasa Arab sangat penting untuk dipelajari. Disadari atau tidak, bahasa Arab sangat dibutuhkan terutama bagi orang Islam. Agama Islam yang lahir dan besar dikalangan Arab, mau tidak mau bagi semua umat muslim di Dunia harus bisa berbahasa Arab supaya lebih mudah dalam menimba ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan ibadah, akidah maupun muamalah. Selain sumber pengetahuan agama Islam yang berbahasa Arab, banyak juga sumber Pengetahuan sains dan umum yang berbahasa Arab seperti karya Ibnu Khaldun tentang ilmu kedokteran, dan lain sebagainya.

No comments:

Post a Comment

Menentukan Invers dari Suatu Fungsi

Haii, sobat math.zone, kali ini kita akan mempelajari bagaimana menentukan invers dari fungsi Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menen...