![]() |
| Foto Novita sedang berada di Korea |
Novita Indah Dewi
Pertiwi, "Novita" begitulah teman-temannya memanggilnya. Gadis
kelahiran Pati ini merupakan anak sulung di keluarganya. Dia gadis yang taat
dan patuh tidak suka aneh-aneh.
Dia selalu menjadi bintang kelas pada MA nya. Sudah sepantasnya saja, dia
memang anak yang rajin dan ulet dalam belajar. Sekarang, dia kuliah di Jurusan
Fisika Universitas Diponegoro Semarang. Dia masuk jalur undangan SNMPTN atau
tanpa tes. Belum lama ini dia menjadi Mawapres UNDIP. Kok bisa jadi Mawapres?
jawabannya karena dia punya segudang prestasi yang telah membawa nama baik
universitasnya. Sebagian besar prestasinya yaitu pada bidang
tulis-menulis.Bagaimana bisa dia bisa berprestasi seperti itu? Apa rahasianya?
Awal kenapa suka nulis
Wawancara
singkat yang saya lakukan lewat aplikasi chatting whatsapp. Novita bercerita
hobinya dalam dunia jurnalistik sudah dirintis pada masa MA. Waktu itu dia ikut kelompok Karya Ilmiah
Remaja (KIR) yang terdiri dari empat siswa. Namun, nasib
Novita Kurang beruntung,
waktu seleksi lomba karya tulis, dia tidak lolos dan yang maju lomba itu ketiga
temannya. Bukan Novita kalau karena itu menjadi putus asa dan menyerah.
Bagaikan rumput kering yang tersulut api. Semangatnya untuk bisa menulis karya
ilmiah semakin membara. Memang ambisius adalah karakternya. Ambisius dalam hal
kebaikan tidak ada yang salah kan?. Usahanya membuahkan hasil manis. Pada
kesempatan lain, dia berhasil menyabet juara 1 lomba karya tulis yang
diadakan oleh LP Ma'arif Pati. Semenjak itu, semangat untuk menulis dan
memenangkan berbagai kompetisi karya tulis semakin kentara dan membara.
Jatuh Bangun Selama Kuliah
Setelah masuk
kuliah, dia melihat beberapa kating sering mengikuti lomba LKTI dan menang.
Dari situlah dia terpacu untuk mengikuti jejak para katingnya itu. Mulailah dia
mengikuti segala macam perlombaan. Awal Semester satu, dia mulai langkah awal
untuk mengikuti LKTI tingkat UNDIP. Dia mulai belajar nyari ide yang tentunya
dengan banyak membaca berbagai literasi yang mendukung, nyari tim, buat abstrak
lolos, buat full paper lolos, buat PPT sendiri, dan alhamdulillah dia dapat second
best presentation. Selain rajin dan ulet, Novita juga mempunyai keberanian
dan percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. Tak puas dengan lomba
regional dalam Universitasnya
sendiri, dia mencoba untuk berpartisipasi di kancah nasional. Dalam berbagai lomba yang pernah dia apply,
banyak juga yang tidak mendapat juara. Kembali lagi, dengan tekad yang
kuat, gagal berkali-kali pun tidak menjadi halangan yang berarti.
Mencoba hal baru
Tidak hanya menulis karya ilmiah, Novita juga tertarik
dalam menulis karya non-ilmiah seperti cerpen dan puisi. Pernah juara 1 lomba
puisi nasional, dan beberapa puisisnya pernah dibukukan juga. Tahun 2017, dia
menantang dirinya sendiri
untuk ikut MTQ UNDIP dan dapat juara 2. Setelah itu, kembali fokus ke karya
tulis ilmiah. Waktu itu ikut PKM yang diadakan oleh kemenristekdiksti dan dapat
pendanaan sampai PIMNAS.
Pernah juga nulis
essay kurang lebih tiga kali. namun belum pernah juara essay, cuman sampai
masuk 100 besar. Lagi-lagi KTI, dia mendapat juara harapan 2 di Banjarmasin
cabang lomba LKTI. Coretan-coretannya juga sering dimuat di website KMNU UNDIP,
di website seniman NU juga.
Motivasi menulis
Hobi menulisnya
tumbuh dari MA karena keseringan nulis di diary. Motivasi dia untuk menulis
adalah supaya karyanya bermanfaat dan abadi "Motivasinya seneng aja dengan
tulisan karyaku jadi abadi dan bermanfaat kalaun tua bisa diceritain ke anak
cucu" tutur Novita. dia bercita-cita menjadi dosen. Baginya, mengikuti
berbagai perlombaan itu sebagai ajang mengasah diri, sebagai tantangan, dan
latihan untuk bicara di depan banyak orang, juga untuk mendapat berbagai
pengalaman.
Banyak Membaca
Bagi seorang
penulis, membaca bagaikan amunisi perang yang harus dipersiapkan prajurit
sebelum perang. Membaca banyak buku ataupun referensi yang lain akan menambah
kosa kata dan memunculkan ide-ide kreatif baru. Novita bercerita bahwa dia suka
sekali membaca buku. Selain buku pelajaran untuk menunjang studinya, dia juga
suka membaca berbagai buku seperti novel, buku keislaman, ataupun buku
biografi. Menurtnya, membaca dan menulis keduanya sama-sama mengasikkan. Dia sadar hobinya menulis
muncul karena hobinya yang membaca. Gaya kepenulisannya sedikit banyak juga
dipengaruhi oleh gaya kepenulisan dari berbagai literatur yang telah ia baca.
“Dengan
menulis, kamu akan abadi”
ujar novita. Dia berpesan bahwa dia akan sangat bahagia jika teman-teman yang
telah membaca tulisan-tulisannya dapat termotivasi untuk ikut menulis juga.
“Menulis itu tidaklah sulit, tidak butuh modal yang mahal juga, yag dibutuhkan
hanya ide gagasan, kemauan yang kuat dan kekontinuitas untuk terus menulis”
kata Novita. Novita, dia hebat, dia terus bangkit walau sering kali karyanya
tidak mendapat apresiasi sesuai harapan. Namun, itulah mental penulis, meskipun
beberapa kali ditolak untuk publikasi, seorang penulis akan tetap menulis.
Karena bagi Novita, hobinya menulis telah banyak mengubahnya. Berkat
kesungguhannya dalam menulis, dia menjadi banyak mendapat penghargaan, mendapat
banyak pengalaman yang tak ternilai harganya, mendapat banyak teman yang tak
terbayangkan sebelumnya, dan tanpa dia sadari sedikit bagian dari mimpinya
mulai terwujud.

No comments:
Post a Comment