Sunday, December 1, 2019

Semua BISA dengan TEKAD dan USAHA

Foto Novita sedang berada di Korea


Novita Indah Dewi Pertiwi, "Novita" begitulah teman-temannya memanggilnya. Gadis kelahiran Pati ini merupakan anak sulung di keluarganya. Dia gadis yang taat dan patuh tidak suka aneh-aneh. Dia selalu menjadi bintang kelas pada MA nya. Sudah sepantasnya saja, dia memang anak yang rajin dan ulet dalam belajar. Sekarang, dia kuliah di Jurusan Fisika Universitas Diponegoro Semarang. Dia masuk jalur undangan SNMPTN atau tanpa tes. Belum lama ini dia menjadi Mawapres UNDIP. Kok bisa jadi Mawapres? jawabannya karena dia punya segudang prestasi yang telah membawa nama baik universitasnya. Sebagian besar prestasinya yaitu pada bidang tulis-menulis.Bagaimana bisa dia bisa berprestasi seperti itu? Apa rahasianya?
Awal kenapa suka nulis
Wawancara singkat yang saya lakukan lewat aplikasi chatting whatsapp. Novita bercerita hobinya dalam dunia jurnalistik sudah dirintis pada masa MA. Waktu itu dia ikut kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang terdiri dari empat siswa. Namun, nasib Novita Kurang beruntung, waktu seleksi lomba karya tulis, dia tidak lolos dan yang maju lomba itu ketiga temannya. Bukan Novita kalau karena itu menjadi putus asa dan menyerah. Bagaikan rumput kering yang tersulut api. Semangatnya untuk bisa menulis karya ilmiah semakin membara. Memang ambisius adalah karakternya. Ambisius dalam hal kebaikan tidak ada yang salah kan?. Usahanya membuahkan hasil manis. Pada kesempatan lain,  dia berhasil menyabet juara 1 lomba karya tulis yang diadakan oleh LP Ma'arif Pati. Semenjak itu, semangat untuk menulis dan memenangkan berbagai kompetisi karya tulis semakin kentara dan membara.
Jatuh Bangun Selama Kuliah
Setelah masuk kuliah, dia melihat beberapa kating sering mengikuti lomba LKTI dan menang. Dari situlah dia terpacu untuk mengikuti jejak para katingnya itu. Mulailah dia mengikuti segala macam perlombaan. Awal Semester satu, dia mulai langkah awal untuk mengikuti LKTI tingkat UNDIP. Dia mulai belajar nyari ide yang tentunya dengan banyak membaca berbagai literasi yang mendukung, nyari tim, buat abstrak lolos, buat full paper lolos, buat PPT sendiri, dan alhamdulillah dia dapat second best presentation. Selain rajin dan ulet, Novita juga mempunyai keberanian dan percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. Tak puas dengan lomba regional dalam Universitasnya sendiri, dia mencoba untuk berpartisipasi di kancah nasional. Dalam berbagai lomba yang pernah dia apply, banyak juga yang tidak mendapat juara. Kembali lagi, dengan tekad yang kuat, gagal berkali-kali pun tidak menjadi halangan yang berarti.
Mencoba hal baru
Tidak hanya menulis karya ilmiah, Novita juga tertarik dalam menulis karya non-ilmiah seperti cerpen dan puisi. Pernah juara 1 lomba puisi nasional, dan beberapa puisisnya pernah dibukukan juga. Tahun 2017, dia menantang dirinya sendiri untuk ikut MTQ UNDIP dan dapat juara 2. Setelah itu, kembali fokus ke karya tulis ilmiah. Waktu itu ikut PKM yang diadakan oleh kemenristekdiksti dan dapat pendanaan sampai PIMNAS.
Pernah juga nulis essay kurang lebih tiga kali. namun belum pernah juara essay, cuman sampai masuk 100 besar. Lagi-lagi KTI, dia mendapat juara harapan 2 di Banjarmasin cabang lomba LKTI. Coretan-coretannya juga sering dimuat di website KMNU UNDIP, di website seniman NU juga.
Motivasi menulis
Hobi menulisnya tumbuh dari MA karena keseringan nulis di diary. Motivasi dia untuk menulis adalah supaya karyanya bermanfaat dan abadi "Motivasinya seneng aja dengan tulisan karyaku jadi abadi dan bermanfaat kalaun tua bisa diceritain ke anak cucu" tutur Novita. dia bercita-cita menjadi dosen. Baginya, mengikuti berbagai perlombaan itu sebagai ajang mengasah diri, sebagai tantangan, dan latihan untuk bicara di depan banyak orang, juga untuk mendapat berbagai pengalaman.
Banyak Membaca
Bagi seorang penulis, membaca bagaikan amunisi perang yang harus dipersiapkan prajurit sebelum perang. Membaca banyak buku ataupun referensi yang lain akan menambah kosa kata dan memunculkan ide-ide kreatif baru. Novita bercerita bahwa dia suka sekali membaca buku. Selain buku pelajaran untuk menunjang studinya, dia juga suka membaca berbagai buku seperti novel, buku keislaman, ataupun buku biografi. Menurtnya, membaca dan menulis keduanya sama-sama mengasikkan. Dia sadar hobinya menulis muncul karena hobinya yang membaca. Gaya kepenulisannya sedikit banyak juga dipengaruhi oleh gaya kepenulisan dari berbagai literatur yang telah ia baca.
“Dengan menulis, kamu akan abadi” ujar novita. Dia berpesan bahwa dia akan sangat bahagia jika teman-teman yang telah membaca tulisan-tulisannya dapat termotivasi untuk ikut menulis juga. “Menulis itu tidaklah sulit, tidak butuh modal yang mahal juga, yag dibutuhkan hanya ide gagasan, kemauan yang kuat dan kekontinuitas untuk terus menulis” kata Novita. Novita, dia hebat, dia terus bangkit walau sering kali karyanya tidak mendapat apresiasi sesuai harapan. Namun, itulah mental penulis, meskipun beberapa kali ditolak untuk publikasi, seorang penulis akan tetap menulis. Karena bagi Novita, hobinya menulis telah banyak mengubahnya. Berkat kesungguhannya dalam menulis, dia menjadi banyak mendapat penghargaan, mendapat banyak pengalaman yang tak ternilai harganya, mendapat banyak teman yang tak terbayangkan sebelumnya, dan tanpa dia sadari sedikit bagian dari mimpinya mulai terwujud.

No comments:

Post a Comment

Menentukan Invers dari Suatu Fungsi

Haii, sobat math.zone, kali ini kita akan mempelajari bagaimana menentukan invers dari fungsi Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menen...